Posted by: gunuk | 10/09/2011

“Grand Launching” Kompas TV

Pergelaran Simfoni Semesta Raya sebagai grand launching Kompas TV sukses memanjakan penonton. Berbagai kolaborasi musisi, penyanyi, hingga penari mampu membius 2.000 penonton yang memenuhi Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (9/9/2011).

Kolaborasi omposer Adhie MS dengan Erwin Gutama bersama grup orkestra membuat lagu-lagu lawas maupun hits menjadi familiar di telinga pemirsa Kompas TV, yang hari ini bisa disaksikan langsung melalui sembilan televisi lokal.

Perhelatan ini dibuka dengan bentangan indah alam Indonesia dalam teknologi konfigurasi layar LED mengiringi penampilan violis solo Clarisa Tamara. Parade anak-anak Indonesia tampil riang diiringi Erwin Gutawa Orchestra dengan lagu “Yo Prokonco”, “Cik Cik Periok”, dan “Sipatokaan”.

Empat grup band kondang di Tanah Air, yakni ST12, Nidji, Ungu, dan Kotak, membuat penonton histeris. Vokalis ST12, Charlie, yang berpenampilan nyeleneh dengan rambut gondrongnya menjadi spike, nekat berdiri di atas piano Marusya Nainggolan lantaran bersemangatnya menyanyikan lagu “Aku Padamu”.

Giring Nidji juga berjingkrak-jingkrak saat berduet dengan grup Hip Hop Jogja Foundation. Hanya Ungu yang terlihat romantis saat berduet dengan Andien dan diiringi gitaris Jubing Kristianto. Grup Band Kotak yang tampil nge-rock membuat penonton di depan panggung berjingkrak-jingkrak tatkala suara serak Tantri melantunkan dua lagu, yakni “Tendangan dari Langit” dan “Terbang”.

Sebelumnya, Erwin Gutawa Orkestra sukses mengaransemen sekaligus mengiringi lagu-lagu Iwan Fals yang dilantunkan oleh Giring, Marcel Siahaan, Sandy Sondhoro, dan Judika.

Erwin Gutawa Orkestra sukses menggubah lagu-lagu hits era 1990 hingga 2000-an menjadi easy listening. Afgan dengan suara beratnya menembangkan lagu Peterpan, “Ada Apa Denganmu”, Lala Karmela menjadikan lagu “Anugerah Terindah” milik Sheila on7 jadi jazzy, dan lagu rock Dewa 19 “Cukup Siti Nurbaya” menjadi nge-pop. Hanya Judika, yang tetap nge-rock dengan suara melengkingnya menjadikan lagu “Janji” dari Gigi yang populer tahun 1995 seakan bangkit lagi.

Panggung Simfoni Semesta Raya juga memperkenalkan penonton dengan teknologi baru, yakni layar multimedia yang dipasang menggantung dan dipasang melingkar dan membelah. Tata pencahayaan dibuat personal.

Rossa yang berkebaya putih seperti dikurung lampu membentuk lingkaran. Pencahayaan ini didesain sehingga mencerminkan mood lagu, aransemen musik, dan penyanyinya.

Di sela-sela perhelatan, disampaikan berbagai program tayangan yang ada di televisi. Ajang ini dijadikan pula sebagai kesempatan untuk memperkenalkan host yang mengasuh acara-acara televisi yang ber-tagline “Inspirasi Indonesia” itu.

Jakob Oetama, Chairman Kompas Gramedia Grup, mengatakan, Kompas TV mengemban tanggung jawab untuk turut mencerahkan masyarakat. “Melalui Kompas TV, kita akan melihat dimensi lain. Bukan hanya alam Indonesia yang indah, melainkan juga maknanya. Makna itu hanya ada dalam hubungannya dengan manusia. Yang memperkaya adalah manusianya,” ujarnya.

Kompas TV mengudara di 10 kota melalui sembilan stasiun televisi daerah. Pemirsa di Tanah Air dapat menikmati program Kompas TV di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar

Gubernur Bali Berharap Kompas TV dan Dewata TV Menjadi Kompas

  Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap kolaborasi Dewata TV dan Kompas TV menjadi “Kompas” bagi masyarakat di Pulau Dewata. Kerja sama ini juga diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya dan seni Bali.

“Selamat berkolaborasi Dewata TV dan Kompas TV, selamat datang inspirasi Indonesia di Bali,” kata Pastika pada syukuran kerja sama Dewata TV dan Kompas TV, di Bentara Budaya Bali, Jumat (9/9/2011) malam, bersamaan dengan peluncuran Kompas TV di Jakarta Convention Center yang ditandai dengan pergelaran Simfoni Semesta Raya.

“Kami percaya Dewata TV menggandeng media yang besar dan bisa dipercaya. Semoga Sang Hyang Widhi memberi pencerahan dan kesuksesan kepada dua media ini. Sekali lagi selamat,” kata Pastika.

Sementara Direktur Utama Dewata TV Nyoman Arta bersyukur bisa berkolaborasi dengan Kompas TV. “Kami berharap bisa menjaga Bali hingga ke layar dunia,” katanya.

Dewata TV lahir pada 2007 dan telah menjalin kerja sama dengan Kompas TV selama setahun sebelum resmi diluncurkan malam ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: