Posted by: gunuk | 21/09/2011

Bali Berada di Persimpangan Jalan

Pengamat budaya politik Bali Dr AA Gede Oka Wisnumurti menilai Pulau Bali dengan masyarakatnya kini berada di “persimpangan jalan”.

“Di satu sisi, masyarakat Bali masih berasyik-masyuk dengan tradisi adat istiadat dan budaya, namun disisi lain tantangan global dan gempuran modernitas tak bisa dihindarkan,” kata Oka Wisnumurti, di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, tradisi dan budaya memang menjadi roh dinamika kehidupan masyarakat, tetapi jangan sampai lengah dengan permasalahan globalisasi.

“Oleh karena itu, perlu menyatukan kedua kekuatan ini dalam suatu agenda strategis demi kemajuan Bali,” ucap mantan Ketua KPUD Bali ini.

Globalisasi dan modernitas, kata dia, memerlukan inovasi dan tindakan yang luar biasa. Kalau tidak, Bali akan menghadapi persoalan semakin besar.

“Dampak dari globalisasi, kemacetan dan keterbatasan lisrik serta air saat ini sudah mulai mengganggu kenyamanan masyarakat. Keadaan dapat menjadi lebih buruk jika tak ada penanganan segera dan serius,” katanya.

Perkembangan pesat yang terjadi, lanjut dia, menyebabkan lahan di Bali mengalami perubahan fungsi dan peruntukan.

Disisi lain, perubahan zaman dengan sendirinya menjadikan dimensi keadaan kelompok-kelompok masyarakat Bali mengalami abrasi dan degradasi budaya. “Hal itu kelak dapat berimbas tercerabutnya akar kreativitas masyarakat sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat Bali tentu tidak harus pesimis atau statis terhadap kondisi tersebut. “Persoalan ini harus diagendakan bersama-sama, sebab menjadi tantangan Bali masa sekarang dan masa depan. Paling tidak ditunjukkan dengan melakukan aksi lokal dan berpikir global,” ucapnya.

Ia mengatakan, langkah yang dapat ditempuh dengan tetap berpijak pada tradisi adat dan kebudayaan serta mempunyai visi yang global karena Bali berkutat dengan kehidupan masyarakat regional, nasional, dan internasional.

“Para pemimpin di Pulau Bali harusnya memiliki kemampuan, kapabilitas, akuntabilitas dan elektabilitas untuk melakukan strategi seperti itu,” katanya.

Tugas elemen masyarakat saat ini, kata dia, mengagendakan bersama strategi menghadapi tantangan Bali yang berada di persimpangan jalan kemudian agenda dapat disodorkan kepada para pemimpin.

“Sembari mulai mempersiapkan pemimpin ke depan yang diharapkan dalam mengatasi masalah yang terjadi di Pulau Dewata ini,” ucapnya.

sumber:kompas.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: