Posted by: gunuk | 04/10/2011

Mengapa koki lebih banyak laki-laki?

National Trade Marketing Manager Fonterra foodservices Denny Herdian Ardiwinata (kiri) bersama HR & Corporate Affairs Director Fonterra Brands Indonesia Bagas Kuncoro (dua kiri) menyaksikan para peserta kompetisi Fonterra Pastry Chef Challenge 2011 di Jakarta, Rabu (14/9). (ANTARA/HO)

… Laki-laki lebih memiliki jiwa seni dari pada perempuan dalam dunia pastri…

Coba perhatikan, mengapa koki-koki masakan di restoran dan hotel bintang lima di Indonesia bahkan Internasional didominasi kaum laki-laki. Bukankah ada anggapan bahwa dunia masak-memasak, adalah dunianya kaum perempuan.

Koki pastri I Made Sutisna dari Ayana Resort & Spa Bali dan Hendry Hutabarat dari Grand Swiss Hotel Medan mempunyai penilaian tersendiri dengan fenomena tersebut ketika mengikuti kompetisi Fonterra Pastry Challenge 2011dengan tema Taste of Glory untuk menentukan koki pastry terbaik di Indonesia di Jakarta pada Rabu (14/9).

I Made yang berusia 38 tahun menilai kaum laki-laki lebih memiliki jiwa seni yang tinggi dan lebih terampil ketika membuat hiasan pada makanan karena hal itu membutuhkan ketelitian dan keuletan tersendiri.

“Laki-laki lebih memiliki jiwa seni dari pada perempuan dalam dunia pastri,” kata koki pastri yang berasal dari pulau dewata tersebut.

Sementara itu, Hendy Hutabarat menilai fisik kaum laki-laki lebih kuat dibanding perempuan karena seorang koki pastri harus siap berdiri berjam-jam di dapur untuk membuat kue, mengangkat loyang kue dan sebagian besar pekerjaan itu mengeluarkan energi besar.

Hendry juga menekankan emosi laki-laki lebih stabil ketimbang perempuan yang cepat putus asa atau marah ketika kue itu gagal dan suhu di dapur yang panas.

“Koki laki-laki biasanya lebih sabar dari pada koki perempuan karena pekerjaan ini membutuhkan kesabaran tingkat tinggi,” kata Hendry pria kelahiran Medan tersebut.

Fakta itu memang benar adanya, dari 10 tim yang menjadi finalis ajang tersebut, hanya dua tim diwakili oleh koki perempuan dan sisanya koki laki-laki. Kedua koki pastri perempuan itu adalah koki Hariesti Warninda dari Hard Rock Hotel Bali dan koki Litha Liezwari dari Kristal Hotel Jakarta.

Fakta itu makin diperkuat oleh keputusan dewan juri yang menjatuhkan pemenang  kompetisi Fonterra Foodservices Pastry Challenge 2011 kepada koki pastri laki-laki yaitu untuk kategori Best overall performance jatuh pafa Chef I Made Sutisna dari Ayana Resort&Spa Bali.

Kategori Best Dessert jatuh pada Chef Kusno dari Borobudur Hotel Jakarta dan kategori Best Artistic Creation jatuh pada Chef Lukman Afandi dari The Park Lane Jakarta

sumber:ANTARA


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: