Posted by: gunuk | 06/01/2012

1 April,Jawa – Bali Harus Pertamax

Pengaturan BBM bersubsidi akan mulai dilakukan di Jawa dan Bali mulai 1 April. Premium bersubsidi hanya akan didistribusikan untuk angkutan umum, pelayanan umum, dan sepeda motor.

“Soal BBM bersubsidi, saya tidak bisa katakan lebih jauh. Tapi yang bisa saya katakan adalah bahwa pengaturan atau pembatasan akan dimulai di Jawa dan Bali. Ini tidak perlu persetujuan DPR lagi karena sudah ada dalam Undang-Undang APBN 2012,” kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo pada jumpa pers tentang Kebijakan Fiskal 2012 di Jakarta.

Oleh sebab itu, Agus melanjutkan, pemerintah mulai sekarang harus sudah mengumumkan soal pembatasan premium. Mobil-mobil pribadi tidak bisa lagi mengunakan premium, tapi harus memakai pertamax dan sejenisnya.

Hanya angkutan umum, pelayanan umum, dan sepeda motor yang tetap bisa menggunakan premium. “Kita akan minta dukungn dari seluruh pemangku kepentingan di bidang energi, mulai dari hulu sampai SPBU. Dalam waktu dekat akan ada peraturan presiden yang mengatur di Jawa dan Bali soal mobil pribadi yang harus beralih dari premium ke pertamax atau alternatif tersebut,”

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Widjajono Partowidagdo, mengemukakan, mobil pribadi diberikan pilihan untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax atau LGV (liquid gas for vehicle). Opsi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membatasi konsumsi BBM bersubsidi.”Jadi, walaupun nanti mobil pribadi itu 2012 secara bertahap memakai pertamax, tapi dia punya pilihan untuk beralih ke yang lain. Salah satu di antaranya adalah kalau dia menggunakan LGV atau bisa juga CNG. (Kalau) kendaraan umum sepakat nanti akan diarahkan ke BBG atau CNG,” ujar Widjajono, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Mengenai LGV, ia menerangkan, Indonesia sendiri sudah bisa memproduksi. Kalaupun harus mengimpor, impor LGV lebih murah ketimbang mengimpor bahan bakar minyak (BBM). Widjajono mengatakan, harga LGV sekitar 60 persen dari harga BBM. “Kita juga memproduksi, tapi kalau enggak cukup ya bisa diimpor. Tapi itu tidak masalah,” tambah dia.

Jadi, terang Widjajono, LGV itu seperti halnya LPG yakni gas yang tekanannya rendah. “Jadi lebih gampang (digunakan) untuk kendaraan pribadi,” tegas dia. Ia pun menyebutkan, pemerintah mungkin akan menyubsidi alat converter yang harganya sekitar Rp 15 juta, namun porsinya hanya separuh harga.

Seperti diberitakan, pemerintah sedang berupaya membatasi konsumsi BBM bersubsidi pada tahun ini. Pasalnya, tahun lalu kuota sebesar 40,49 juta kiloliter yang tercantum dalam APBN-Perubahan 2011 terlampaui. Pemerintah pun harus menambah volume sebesar 1,5 juta kiloliter. Otomatis anggaran subsidi pun melonjak hingga mencapai Rp 160 triliun pada tahun 2011

Advertisements

Responses

  1. […] khawatir rencana pembatasan BBM akan memicu terjadinya penjualan, namun kami sudah memperkirakan hal tersebut sehingga berusaha […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: