Posted by: gunuk | 04/02/2012

Manfaat Kulit Manggis (Garcinia mangostana L)

Musim manggis telah tiba. Ada baiknya jika Anda membeli manggis, jangan buang kulitnya karena kulit manggis ternyata sangat berkhasiat untuk menghambat proses penuaan.

Secara fisik pohon manggis (garcinia mangostana) mampu tumbuh mencapai 7 hingga 25 meter, buahnya memiliki bentuk yang khas dengan kulit berwarna merah keunguan ketika matang meski ada juga varian yang kulitnya berwarna merah. Secara umum tumbuh di kawasan Asia Tenggara yang beriklim tropis dengan cuaca panas dan lembab. Oleh sebagian ahli hortikultura tanah air tanaman ini dipercaya berasal dari Sumatera, tepatnya dari provinsi Jambi.

Berbeda dengan buah-buahan pada umumnya, manfaat terbesar buah manggis bagi kesehatan bukan terletak pada daging buahnya melainkan pada kulit buahnya. Di dalam kulit buah manggis (pericarp) terdapat komponen yang bersifat anti-oksidan. Zat ini disebut xanthone. Dan xanthone yang terkandung dalam buah asli Indonesia ini memang luar biasa dan istimewa

“Kulit bagian dalam manggis itu mengandung Xanthone yang merupakan senyawa bioaktif yang mempunyai struktur cincin enam karbon dengan kerangka karbon lengkap. Turunan Xanthone berupa a-mangostin merupakan komponen yang paling banyak terdapat pada kulit manggis,” tutur Dr Indah Yuliasih, peneliti manggis dari Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor dalam diskusi pagi bersama wartawan di IPB.

Menurut Indah, Xanthone merupakan bahan aktif yang bersifat antikanker dan antioksidan yang sangat tinggi bahkan beberapa kali lipat melebihi kekuatan vitamin C dan E. Xanthone juga mampu menghambat proses penuaan.

xanthone merupakan subtansi kimia alami yang tergolong senyawa polyhenolic. Peneliti dari Universitas Taichung di Taiwan telah mengisolasi xanthone dan deviratnya dari kulit buah manggis (pericarp) di antaranya diketahui adalah 3-isomangoestein, alpha mangostin, Gamma-mangostin, Garcinone A, Garcinone B, C, D dan garcinone E, maclurin, mangostenol. Sebuah penelitian di Singapura menunjukan bahwa sifat antioksidan pada buah manggis jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan antioksidan pada rambutan dan durian. Xanthone tidak ditemui pada buah-buahan lainnya kecuali pada buah manggis, karena itu manggis di dunia diberikan julukan “Queen of Fruit” atau si ratu buah. Dari berbagai penelitian kandungan xanthone dan derivatnya efektif melawan kanker payudara secara in-vitro, dan obat penyakit jantung. Kasiat garcinone E (devirat xanthone) ini jauh lebih efektif untuk menghambat kanker bila dibandingkan dengan obat kanker seperti flaraucil, cisplatin, vincristin, metohotrexete, dan mitoxiantrone.

Salah satu cara mengolah kulit buah manggis yang aman adalah dengan merendamnya di air terlebih dahulu minimal selama 1 jam. Selanjutnya kulit buah manggis dicuci bersih sampai tidak ada getah yang menempel, lalu dikukus selama 3-5 menit. Setelah dikukus, kulit manggis diblender dengan air kemudian disaring dengan kain halus untuk memisahkan serat kasarnya. Dan sebaiknya kulit manggis bagian luar dikupas lantaran banyak mengadung banyak saponin. Saponin yang berlebihan dapat menutup pori-pori sel usus yang mengakibatkan usus kejang dan memicu terjadinya muntah hingga diare

Dengan diketahuinya kulit buah manggis memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, mulai berkembang berbagai produk olahannya seperti jus, food suplement, maupun herbal. Pada tahun 2006, di Amerika Serikat produk olahan manggis pun masuk ke dalam 22 produk dengan penjualan tertinggi, yaitu berupa food suplemen yang diklaim sebagai minuman fungsional. Sementara itu, di Jepang sudah dikembangkan produk panaxathone yang berisi ekstrak campuran xanthone (80% alpha mangostin dan 20% gamma mangostin) yang digunakan dalam kemoterapi kanker payudara.

sejumlah negara seperti Amerika Serikat,
Malaysia dan Thailand secara ajeg kiriman ekspor dari Indonesia.
Pelaku bisnis di negara-negara tersebut, katanya, mengimpor buah manggis Indonesia dalam bentuk segar, namun sebenarnya yang “diincar” adalah justru kulit buah tersebut.

Menurut data Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian yang dilansir akhir Desember 2011 (http://pphp.deptan.go.id/), berdasarkan data Badan Pusat Statistik
(BPS), ekspor manggis yang lazim disebut “exotic fruit” untuk periode Januari dan Februari 2010 mencapai 8.225 ton melejit 91 persen dibandingkan volume ekspor Januari-Februari 2009 yang hanya 4.285 ton.
Sementara nilainya melejit 120 persen dari 2.781.712 dolar AS di Januari-Februari 2010 menjadi 6.310.272 dolar AS.
Disebutkan bahwa kinerja ekspor manggis pada dua bulan pertama tahun 2011 mendekati realisasi ekspor sepanjang 2009 yang volumenya 9.987 ton dengan nilai 6.451.923 dolar AS.

“Di luar negeri justru jika kita ekspor manggis, kulitnya yang mahal. Ada produk ekstrak Xanthone yang harganya sampai Rp 1,2 juta untuk 6 botol berukuran 350 mililiter,” .

sumber : ANTARA


Responses

  1. Mau tanya, Kulit manggis ini d kupas dulu lalu d rendam 1 jm lalu d kukus, blender…. D campur dgn gula pasir bisa? Diminum sehari berapa kali u penyakit hepatitis a

  2. kalau saya sendiri tidak terlalu sering mengkonsumsinya,rasanya tidak enak.saat ini saya juga belum tau aturan pakainya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: