Posted by: gunuk | 16/02/2012

Lagu “Someone Like You” Adele Laurie Blue Adkins (Adele) Bikin Merinding

Penyanyi kelahiran Tottenham, 5 Mei 1988 ini.Adele tampil live perdana setelah menjalani operasi pita suara tahun lalu. Lantunan Rolling in The Deepyang menjadi salah satu single pada album 21 dibawakan sangatapik.“Hidupku berubah setelah menulis lagu ini,”ucap Adele di panggung. Grammy Awards 2012 memberikan 78 penghargaan dan piala kepada pemenang dari berbagai kategori musik seperti R&B, rock, rap, alternatif, jazz, gospel, dan country.

Album kedua penyanyi asal Inggris Adele bertajuk “21” menjadi yang terbaik dalam penghargaan Grammy 2012. Bagaimana album yang seluruh tembangnya menyuarakan kegalauan hati ini bisa mendulang kesuksesan? Ahli psikologi memiliki jawabannya.

Dua puluh tahun lalu, psikolog asal Inggris, Joh Sloboda melakukan eskperimen sederhana. Ia meminta pecinta musik menunjukkan syair lagu yang membuat orang merinding atau meneteskan air mata. Sebuah pola cepat teridentifikasi oleh Sloboda: dari 20 syair pengundang air mata, 18 di antaranya merupakan ornamen musik yang disebut “appoggiatura”.

Appogiatura pada prinsipnya adalah nada yang ditabrakkan dengan melodi sehingga menciptakan ketidakselarasan. “Nada ini membangun ketegangan kepada pendengar,” ujar ahli psikologi dari University of British Columbia Martin Guhn.

Saat harmoni terinterupsi, batin pendengar terasa seolah didekap rasa dingin. Appogiatura yang dibuat susul-menyusul menciptakan rasa tegang dan lega datang silih berganti. Hal ini menciptakan kemelut perasaan, memicu reaksi kuat, saat itulah air mata menetes.

Tembang Adele berjudul “Someone Like You” menggunakan ornamen appoggiatura, meniru teori Sloboda. Untuk memperkuat suasana, Adele memainkan suara ketika nada panjang dimainkan pada chorus, diikuti dengan munculnya harmoni baru.

Bait chorus “Nevermind I find someone like you..” pada lagu didendangkan dengan menaikkan nada hingga satu oktaf, dibingkai dengan penguatan volume suara. Harmoni digeser, lalu ditutup dengan bait dramatis “Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead”.

Saat pola musik melenceng dari pola yang telah dibangun, terjadi kehancuran harmoni yang memicu timbulnya kewaspadaan sistem syaraf. Gairah yang timbul biasanya bergantung pada suasana hati: bisa sedih atau gembira.

Jika lagu “Someone Like You” menciptakan kegalauan yang sangat, kenapa pendegar tetap menyukainya? Penelitian oleh Robert Zattory dari McGill University menyebutkan bahwa musik yang menguncang emosi membuat tubuh melepaskan dopamine dari otak tengah. Hormon yang sama juga dilepaskan ketika manusia mengkonsumsi makanan, melakukan aktivitas seksual, atau mengkonsumsi narkoba. Zattory mengatakan pada kesimpulannya, semakin provokatif sebuah lagu, semakin sering pendengar mengulangnya.

Advertisements

Responses

  1. […] hits Someone Like You ini terlihat semangat berada di pusat kebugaran dan rajin mengunjungi gym. Bobot tubuh Adele memang […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: