Posted by: gunuk | 28/02/2012

The Hydrant

The Hydrant merupakan band yang terdiri dari Marshello (vokal dan harmonika), Wis (gitar), Adi (double bass), Christopper (stand up drum). Band ini terbentuk di Denpasar, Bali pada 14 Agustus 2004. Awalnya mereka memainkan dan menciptakan Rockabilly tunes.

Wis sang gitaris dikenalkan ke Marshello, dan akhirnya mampu menciptakan aura musik yang sangat baik untuk di Bali dan Indonesia. tujuan mereka hanya satu, yaitu memainkan dan mengenalkan musik Rockabilly ke seluruh Indonesia.

Rock and Roll dan Rockabilly tahun 50-an paling banyak mempengaruhi karya The Hydrant, seperti Elvis Presley, Gene Vincent, Eddie Cochran, Johny Cash, dan Stray Cats. Mengingat Bali, khususnya Kuta, adalah tujuan wisata yang cukup terkenal, musik dan gaya hidup Rockabilly dengan cepat tersalurkan ke jiwa empat pria ini. Mereka telah menuliskan lagu-lagu mereka dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Setelah bom Bali, The Hydrant membuat sebuah keputusan yang sangat penting, bahwa mereka harus berbuat sesuatu untuk Bali lewat lagu dan musik. Mereka banyak berpartisipasi di banyak album kompilasi yang ditujukan bagi para korban bom Bali. Pada 2006 mereka memiliki kontrak dengan Electrohell Record, sebuah perusahaan rekaman indie di Bali. Saturday Night Riot dirilis pada tahun yang sama dan menjadi album Rockabilly pertama di Indonesia. The Hydrant berhasil tampil memukau di Jakarta setelah peluncuran album yang pertama, dan menarik minat banyak label besar.

Dengan gaya bermusiknya yang segar di Indonesia, pakaian tahun 50-an yang keren, rambut besar berminyak dan aksi panggung yang luar biasa, semua orang terkejut. The Hydrant memiliki style yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia.

Album kedua The Hydrant diproduksi oleh sebuah label besar EMI Music Indonesia, Rockabilly Live! pada tahun 2007. Setelah melewati tahun yang berat pada 2008, dua personel mereka, Zio dan Morris memutuskan untuk keluar, dan itu menjadi masa tersulit bagi The Hydrant.

Akhirnya dua bersaudara ikut bergabung bersama sisa personel, Marshello dan Wis. Mereka adalah Christopper dan Adi, musisi yang sangat berbakat yang menjadi personel terbaru The Hydrant. Keduanya membuat The Hydrant dengan Rockabilly-nya semakin seru.

Pada tahun 2009, album Bali Bandidos keluar. Sebuah album yang memiliki Mexican Dark Rockabilly yang kental. Majalah musik Rolling Stone membuat ulasan yang sangat positif tentang album ini. Mereka diundang ke sebuah festival musik besar di Eropa, Bazant Pohoda di Slovakia, dan memberikan kesan yang indah bagi para penonton Eropa.

Jika Anda ingin The Hydrant diterbangkan ke Singapura untuk mewakili Indonesia di festival musik Rock & Roots akhir Maret nanti, jangan lupa vote untuk The Hydrant disini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: