Posted by: gunuk | 06/03/2012

“The Lorax” Film Ini Dipuji Sebagai Film Animasi Terbaik

Sebuah versi layar lebar dari buku klasik anak-anak Dr Seuss The Lorax meraup keuntungan USD 70,7 juta dalam penjualan tiket AS dan Kanada selama akhir pekan. Perolehan ini tercatat sebagai angka perolehan terbesar sepanjang awal tahun ini.

Popularitas dari film animasi 3D  ini jauh melebihi perkiraan. Film ini berjaya sebagai film box-office  dalam sembilan akhir pekan berturut-turut sejak hadir tahun lalu.

Film ini dikeroyok beberapa aktor beken sebagai pengisi suara. Danny DeVito memberikan suara pada tokoh Lorax,  jeruk kecil yang menjaga pohon-pohon dalam film berdasarkan buku populer Dr Seuss tahun 1971  tentang melestarikan lingkungan.
Zac Efron memberikan suara untuk seorang anak berusia 12 tahun yang berusaha untuk memenangkan hati seorang gadis muda, disuarakan oleh Taylor Swift.

Film ini dipuji-puji sebagai film animasi terbaik. Survei yang dilakukan oleh CinemaScore memberi nilai ‘A’ untuk film ini. Pada pekan awal setelah pemutaran perdana, film ini meraup angka USD 50 juta dolar AS.

Untuk membawakan kisah The Lorax dengan lebih mudah pada para penonton, film animasi ini menambahkan dua tokoh anak muda, yaitu Ted dan Audrey. Ted yang diisi suaranya oleh Zac Efron dan Audrey yang diisi suaranya oleh Taylor Swift merupakan penduduk Thneedville, sebuah tempat yang tidak lagi punya pohon asli. Meski kotanya tidak lagi punya unsur alam, tidak ada penduduk yang protes tentang hal ini. Mereka semua menganggapnya wajar. Satu-satunya orang yang masih punya rasa ingin tahu tentang pohon-pohon yang hilang dari kota Thneedville adalah Audrey. Karena Ted ternyata naksir berat dengan Audrey, ia pun akhirnya mulai untuk mencari informasi seputar pohon yang ingin dilihat sang gadis. “Gadis ini sering melukis pohon-pohon ini, dan orang-orang lain bahkan tidak pernah memikirkannya. Keadaan inilah yang mendorong Ted untuk bertanya pada neneknya, ‘Dimana aku bisa mencari tahu tentang pohon?,’ kemudian ia pergi untuk menyelidiki ini,”

Dalam cerita ini, Ted digambarkan sebagai seorang anak laki-laki berusia 12 tahun. Namun, mencari pengisi suara yang pas baginya bukanlah sesuatu yang mudah. “Ini lucu, ketika Anda berniat untuk memilih pengisi suara anak kecil, Anda tantangan besar di situ. Pertama, ada resiko bahwa suara mereka akan cepat berganti, dan ini dapat menjadi masalah saat produksi. Juga, ada banyak anak-anak pada saat ini, yang dalam kelompok umur tersebut, sudah dilatih menjadi aktor televisi. Anda dapat mendengarkan ratusan suara anak-anak, dan mereka semua terdengar sama. Mereka punya cara berbicara yang mirip karena sudah dilatih seperti itu,” kata Meledandri. “Chris Renaud sangat tertarik untuk mencari orang yang lebih dewasa, untuk mendapatkan lebih banyak substansi dan akting dalam suaranya. Zac Efron memiliki kualitas suara yang mirip seperti bocah laki-laki, dan hal itu tampil menonjol dalam suaranya.”

Tokoh yang tak kalah pentingnya dalam film ini, The Lorax, juga mendapat perhatian yang cukup serius. “The Lorax, seperti yang diciptakan dan digambarkan, adalah karakter yang kolot dan suka memerintah. Jadi, ketika kami memikirkan aktor mana yang dapat mengisi suara karakter ini, kami berpikir tentang aktor yang memiliki kemampuan untuk cepat marah dan pemberang, tapi juga dapat menemukan sisi emosionalnya, dan juga dapat meletakkan sisi komedik dalam suaranya,” kata Meledandri. Saat pertama memikirkan tentang aktor yang cocok untuk mengisi suara The Lorax, para pembuat filmnya teringat pada sosok Walter Matthau, aktor kelahiran New York yang sering berperan sebagai pria pemarah. Tapi, tentu saja karena Matthau telah meninggal di tahun 2000, mereka perlu untuk mencari alternatif yang sama baiknya. Pilihan yang diambil akhirnya jatuh pada Danny DeVito. “Walter Matthau memiliki perwujudan sebagai seorang pria pemarah, yang masih dapat membuat orang terpikat. Dan, Danny DeVito memiliki kualitas yang sama,” kata Meledandri.

Selain menampilkan suara dari Zac Efron, Taylor Swift, dan Danny DeVito, Dr. Seuss’ The Lorax juga diisi suaranya oleh Ed Helms sebagai Once-ler, Betty White sebagai Norma, dan Rob Riggle sebagai O’Hare, si tokoh penjahat. Melihat dari isi ceritanya yang positif, Dr. Seuss’ The Lorax akan mulai diputar di awal bulan Maret nanti adalah sarana yang pas untuk mengajarkan kecintaan pada alam untuk anak-anak. Jangan sampai, di masa depan, para penduduk Bumi akan kehilangan hubungan dengan alam, dan seperti mereka yang tinggal di Thneedville, sudah tidak ingat lagi apa itu pohon.


Responses

  1. awee zac efron 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: