Posted by: gunuk | 10/03/2012

Wujud Kepedulian Group Social Network (Talov)

Kamis, 8 Maret 2012 Seorang kakek dan nenek jongkok di teras kamar Rumah Sakit mengambil bungkusan nasi dari daun pisang yang baru saja dibawakan oleh anaknya dari desa Karya Sari, Blimbing, Pupuan. Mereka langsung saja menyapa saya  yang terlihat bingung mencari kamar 301 di Gedung Angsoka Rumah Sakit Sanglah, tempat dimana Kade Adi Suarbawa dirawat.

Sepertinya mereka mengetahui maksud saya datang kesana karena saya kebingungan, dan mereka menyapa saya duluan. Mungkin dikarenakan sehari sebelumnya banyak rekan – rekan dari talov dan media yang datang menjengkuk kesana.

Kadek Adi sempat menjadi perhatian beberapa media pada bulan Desember 2011 karena terkena musibah tertembak senapan angin saat bermain dengan sepupunya. Setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Sanglah, Kadek Adi akhirnya diijinkan pulang.

Namun pada hari minggu 12 Februari 2012, salah satu rekan kami Nur Vitria yang memang dari awal mendampingi kadek dan memberikan dorongan moral keluarga, mengabarkan bahwa luka operasi kadek mengalami infeksi. Jam 6 pagi akhirnya Nur Vitria dan Gede Sinu menjemput Kadek Adi kerumahnya di pupuan dengan menggunakan kendaraan pribadi dari kota Tabanan.

Penjemputan dilakukan dengan sedikit memaksa, karena sang kakek yang sudah pasrah dengan keadaan cucunya memikirkan tidak bisa berfikir lagi. “Banyak hal yang tiang pikirkan saat itu, pekerjaan di sawah, dimana nanti saya harus mencari biaya, siapa yang nanti mengurus ini dan itu di rumah sakit”, kata pak Ketut Kemul sang kakek.

Sekarang Kadek Adi telah dirawat di Rumah Sakit Sanglah setelah dirujuk dari Rumah Sakit Tabanan. Kadek berada di Rumah Sakit Tabanan sekitar 25 hari dengan menjalani 2 kali operasi. Namun kondisinya kian memburuk dan berat badannya turun mencapai 20 kg.

Saya langsung menghampiri kakek dan nenek yang sedang membuka bungkusan nasinya sebagai makan siang. Sambil menyantap makan siang, sang kakek bercerita banyak mengenai kondisi kadek mulai dari Rumah Sakit Tabanan sampai sekarang.

Dia mengeluhkan keadaan ekonominya yang bukan lagi pas – pasan, tetapi kekurangan. Rumahnya yang hanya beralaskan tanah dan ditutupi bedeg, tak menyurutkan niatnya untuk terus mencari nafkah. Ibu Kadek yang sudah tiada dan bapaknya yang memiliki kelainan emosional, tak bisa mendampingi anaknya yang terbaring lemah di Rumah Sakit.

Disebelah saya kebetulan ada seorang bapak yang berasal dari Baturiti mendengar percakapan kami. “Pak ten polih program bedah rumah”, tanya bapak yang lupa saya tanyakan namanya. “Peh, yan pemerintah’e ngelah program bedah rumah, tiang rumah bedah gen gelahan tiang”. Langsung kami tertawa mendengar perkataan pak Ketut Kemul yang dia bilang dengan spontanitas.

“Memang kalau program bedah rumah itu tergantung aparat desa sebenarnya. Kalau kelian dinasnya tidak bisa memprioritaskan warga mana yang seharusnya mendapat program bedah rumah alih – alih memberikan bantuan tersebut kepada keluarga yang benar – benar membutuhkan, bisa – bisa bantuan tersebut diberikan kepada sanak saudaranya, atau malah yang berani membayar”, kata bapak itu.

Kemudian timbul pertanyaan, sampai kapan ini akan terjadi?

Bagi rekan – rekan yang membantu kadek, bisa kirimkan donasi ke rekening berikut:
Mandiri
145.00.0719700.3 / an: Nur Vitria
BCA
4350054249 / an: Nur Vitria
BNI
4613131315 / an I G N Dharma Putra/Talov

sumber : talov

Advertisements

Responses

  1. Semoga Kadek cepat sembuh !

    • TERIMAKASIH MBOK ARIXS….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: